Selasa, 06 Desember 2011

rintisan eco house




NETRAL SPACE


Netral Space muncul dengan konsep berbeda dalam berumah tinggal. Netral disini bermaksud menetralisir penggunaan bahan-bahan material yang tidak ramah lingkungan serta mewadahi perilaku ramah yang menjadi identitas masyarakat Indonesia pada titik normal. Desain yang memadukan fungsi rumah sebagai pembentuk perilaku, maupun sebagai respon terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui penggunaan material lokal yang ramah lingkungan tersebut. Konsep ini juga menggabungkan dua konsep yaitu konsep desain tradisional dan modern minimalis sehingga memberikan image rumah mewah yang ekonomis. Dengan mengadopsi arsitektur semi dekonstruksi yang menggabungkan desain dasar dari beberapa bentuk segi tiga yang dipadukan secara unity.
Netral Space diasumsikan berada pada site berukuran 16 x 12,5 m dengan karakter tanah berpasir. Lokasi site terletak di area pemukiman padat di daerah urban dengan kondisi site melebar dan terletak pada ujung persimpangan jalan dekat riol kota. Pada site diberikan metode cut and fill pada bagian-bagian tertentu yang dimaksudkan untuk menanggapi permasalahan banjir di kota-kota besar.
Pada desain bangunannya, dinding rumah menggunakan rooster sebagai lubang udara, serta sebagian dinding lainnya menggunakan acian semen ekspos. Struktur dasar rumah berupa rangka beton keraton (keramik berkomposit beton) dan pondasinya menggunakan pondasi foot plat dan pasangan batu kali. Untuk alas lantai menggunakan cabang dan batang pohon kelapa yang sudah tua kemudian dipernis, kecuali pada toilet dan tangga yang menggunakan keramik dan batu alam. Pada lantai tangga digunakan batu alam dimaksudkan supaya pemilik setiap harinya dapat melakukan terapi batu alam setiap kali menaiki tangga yang terdapat di luar rumah.
Atap rumah didesain sebagai pengalihan air hujan yang berbahan hebel. Air dari atap disalurkan ke void yang akhirnya menuju ke sumur resapan. Air yang berasal dari alam di kembalikan kembali ke alam. Untuk selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kaca untuk tiap bukaan paling atas diberi polikarbonat untuk mengurangi tampiasan air. Untuk fasade digunakan supaya panas matahari pagi dapat masuk maksimal karena rumah yang menghadap ke timur, serta bukaan-bukaan di sisi lain sebagai sumber pencahayaan alami. Desain peruangan lantai satu dibuat sebagai zona publik. Termasuk desain ruang tamu yang besar sebagai welcoming dari keramahan si pemilik. Sedangkan untuk lantai dua, dibuat kamar-kamar tertutup untuk memberikan privasi pada pemilik. Pada halaman luar, ruang terbuka dirancang dengan zoning-zoning tanaman tertentu. Pada semua yang tidak beratap dibiarkan tetap alami sebagai daerah resapan air hujan. Sehingga lubang-lubang biopori dapat difungsikan maksimal. Karena sifat tanah berpasir yang dapat menyebarkan pupuk lebih merata. Selain ramah lingkungan, penggunaan material lokal seperti ini dapat mengurangi biaya pembangunan maupun perawatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar